Pada tahun 2012, gagasan kita tentang menjadi duta besar diubah secara radikal ketika duta besar AS untuk Libya dibunuh oleh teroris. Dibutuhkan orang khusus untuk menjadi duta di zona pertempuran. Dan itulah Anda!

Paulus menulis: ‘Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa- penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.’’ (Efesus 6:10-18).

Sebagai duta Kristus, kesetiaan pertama Anda haruslah kepada-Nya dalam semua urusan Anda; tidak setia adalah pengkhianatan. Anda berkata, ‘Itu standar yang tinggi!’ Ya, itu adalah ‘panggilan yang tinggi’ (Filipi 3:14). Itu juga kehidupan paling berharga yang bisa Anda jalani.

Sumber : Renungan Hari Ini
Edisi : Kamis, 13 Juni 2024