Sebagai duta besar, Anda harus memiliki kualifikasi sebagai berikut:

1) Menjadi warga negara dari negara yang Anda wakili. ‘…kewarganegaraan kita ada di surga.’

2) Karakter dan perilaku Anda harus mencerminkan nilai tertinggi negara Anda.’
…agar Allah kita menjadikan kamu layak atas panggilan-Nya…’ (2 Tesalonika 1:11).

3) Anda harus diperlengkapi untuk pekerjaan itu. ‘Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh…’ (1 Korintus 12:4).

4) Anda harus setia kepada negara Anda. Sekarang, mari kita lihat dua kualifikasi lagi:

5) Seorang duta harus menjadi komunikator yang efektif. Duta besar terbaik mampu berbicara dan memahami bahasa di penenpatannya. Bisakah Anda melakukan itu? Alkitab berkata, ‘…Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu’ (1 Petrus 3:15-16). Perhatikan kata-kata ‘selalu siap’.

6) Seorang duta besar haruslah seorang diplomat yang baik. Mereka dihargai saat mereka melakukan pekerjaan mereka. Anda tidak ingin seseorang yang mewakili negara Anda sombong dan kasar. Yesus berkata, ‘Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid- Ku, yaitu jikalau kamu saling mencintai.’ (Yohanes 13:35). Pesan kita adalah Injil, dan strategi kita adalah kasih! Apa pesan kita? ’Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.’ (2 Korintus 5:20)

Sumber : Renungan Hari Ini
Edisi : Jumat, 14 Juni 2024