Untuk memimpin keluarga Anda secara efektif, Anda perlu belajar cara ‘Berkumpul secara rutin’. Ini adalah tempat tim:

1) menetapkan tujuannya;
2) membagi tanggung jawab;
3) menangani masalah yang menentukan apakah itu berhasil atau gagal.

Orang tua, meskipun Anda mengajari para pemain, tetapi keluarga Anda harus diajari cara melakukannya di lapangan. Itu berarti bekerja melalui berbagai hal, berbicara melalui perbedaan pendapat, dan memotivasi serta menghargai setiap anggota. Cobalah untuk mendengarkan dengan hati terbuka. Jangan hanya mendengar apa yang anak Anda katakan, cobalah untuk memahami perasaan mereka.

Ya, Anda adalah bosnya, dan ya, Anda dapat mencoba memaksakan kehendak Anda jika Anda mau. Tapi cepat atau lambat Anda akan bermasalah, karena kebencian tumbuh ketika orang merasa tersisih. Setiap anggota tim Anda harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Libatkan mereka! Mintalah Tuhan untuk membantu Anda melihat melampaui apa yang Anda inginkan terbaik bagi Anda semua.

Jangan jatuh di bawah mantra kepuasan sesaat. Apa yang terlihat baik bagi Anda hari ini bisa jadi berlawanan bagi hari esok yang lebih baik. Jangan biarkan orang luar terlibat atau terlalu sering pengaruhi pendapat mereka yang didasarkan pada desas-desus, kepentingan pribadi atau kecemburuan.

Hormati kepribadian tim Anda. Bangun loyalitas. Berkumpul secara teratur dalam doa. Ketika Anda melakukan itu, semua orang berhasil!

Sumber : Renungan Hari Ini
Edisi : Selasa, 18 Juni 2024