Ketika Tuhan membuat janji kepada kita, kita berhak mengharapkan Dia menepatinya. Ketika kita membuat janji kepada Tuhan, Dia berhak meminta kita menepatinya. ‘Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.’ (Ayub 22:27–28) Ayat ini bisa menjadi pintu berkat bagi Anda dan kunci terobosan yang selama ini Anda doakan. Kembalilah dan tinjau kembali janji- janji yang telah Anda buat kepada Tuhan. Mengapa? Karena Dia ingin Anda merasa percaya diri terhadap-Nya.
‘Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.’ (1 Yohanes 3:21–22) Tidak ada lagi alasan. Terimalah tanggung jawab atas diri Anda sekarang dan menjadi apa Anda nantinya.
Beranilah berdoa: ‘Ganggulah aku ya Tuhan, ketika mimpiku menjadi nyata, hanya karena mimpiku terlalu kecil. Ganggu aku ketika aku tiba dengan selamat, hanya karena aku berlayar terlalu dekat dengan pantai. Ganggulah aku ketika hal-hal yang telah kudapat menyebabkan aku kehilangan rasa haus akan Engkau lebih lagi. Ganggu saya ketika saya telah memperoleh kesuksesan, hanya untuk kehilangan keinginan saya untuk mencapai keunggulan. Ganggu aku ketika aku menyerah terlalu cepat dan menyelesaikan terlalu jauh dari tujuan yang telah Engkau tetapkan untuk hidupku.’
Untuk maju ke depan, Anda mungkin harus kembali ke masa lalu dan memperbaiki hubungan Anda dengan Tuhan. Jika ya, lakukanlah!
