Paulus memberi tahu kita dua hal tentang duri yang ia derita:
Pertama, bahwa itu adalah utusan setan yang diutus untuk menggocohnya. Kata ‘menggocoh’ berarti ‘memberikan pukulan demi pukulan’. Itu bukan satu pertempuran, tetapi serangkaian serangan beruntun yang tidak pernah berhenti. Setan mengetahui titik terlemah Anda, dan ia akan terus menyerang Anda di titik tersebut. Bagaimana Anda bisa mengalahkannya? Alkitab mengatakan: ‘Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.’ (Efesus 6:10–12)
Kedua, duri itu ada di dalam ‘dagingnya’ Anda adalah roh yang telah dilahirkan kembali, yang hidup dalam tubuh yang belum dilahirkan kembali. Itulah sebabnya Alkitab memerintahkan kita untuk menyalibkan daging, membuat daging kelaparan, dan menolak untuk menyerah pada dorongan daging. Dan dengan kekuatan Tuhan, Anda dapat melakukannya.: ‘Karena kuasa ilahi–Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.’ (2 Petrus 1:3–4)
