Ini mungkin mengejutkan Anda, tetapi tujuan utama pernikahan bukanlah untuk menghasilkan anak. Pasangan yang tidak dapat melahirkan sama saja dengan pasangan yang bisa. Yesus berkata, ‘Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.’ (Mat 19:5) Ketika Tuhan melihat orang tua dan anak, Dia melihat dua orang.
Ketika Tuhan melihat saudara laki-laki dan saudara perempuan, Dia melihat dua orang tetapi ketika Tuhan melihat suami istri, Dia melihat satu ‘Bergabung bersama’ berarti ‘menyatu’. Pernahkah Anda merasa seperti terjebak dengan orang yang Anda nikahi? Ya, Anda benar-benar terjebak! Menikah dan menjadi satu daging bukanlah apa yang dilakukan dua orang untuk satu sama lain, tetapi apa yang dilakukan Tuhan untuk mereka.
Pernikahan bukanlah hubungan yang disatukan oleh budaya, hukum, seks, atau bahkan cinta. Pernikahan adalah apa yang disatukan oleh Tuhan. Kabar baiknya adalah, ketika Tuhan menyatukan Anda, Dia dapat menjaga Anda tetap bersama.
Namun, jika Anda merasa beresiko dalam hubungan Anda, penting untuk mendapatkan bantuan, dan menjauhlah jika Anda dalam bahaya. Saat ini alasan yang paling populer untuk keputusan perceraian adalah ‘perbedaan yang tidak dapat didamaikan’. Namun, Yesus langsung ke inti permasalahan—yang merupakan masalah hati. ‘Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”’ (Matius 19:8)
Tuhan dapat melembutkan hati Anda terhadap satu sama lain, dan Dia dapat membuka hati Anda terhadap satu sama lain. Anda berkata, ‘Tetapi saya telah mencoba segalanya, dan tidak ada yang berhasil.’ Cobalah kepada Tuhan! Dia dapat mengubah hati pasangan Anda dan memberi Anda masa depan baru bersama.
