Kita pada dasarnya berhasrat. Kita terus menginginkan sesuatu seperti halnya kita terus mengambil napas berikutnya. Masalahnya, ketika kita mendapatkan hal- hal yang kita inginkan, hal-hal itu tidak mendatangkan kebahagiaan yang kita dambakan.
Jadi, kita terus mencari lebih banyak hal. Periklanan adalah bisnis ‘menciptakan kebutuhan’. Hal-hal yang kita masukkan ke dalam kategori ‘keinginan’ kita dialihkan ke kategori ‘kebutuhan’ kita. Namun menurut Miroslav Volf, inilah masalahnya: ‘Kita tidak bisa mendapatkan cukup dari apa yang tidak kita butuhkan… Tidak peduli seberapa banyak yang kita miliki, kita tetap menjadi orang-orang yang “tidak cukup”. Bagi orang-orang yang tidak cukup, tidak ada kepuasan jiwa yang kekal.
Saya melihat sebuah iklan yang menampilkan slogan “kemarin saya tidak tahu itu ada; hari ini saya tidak bisa hidup tanpanya”. Itu disebut mitos lebih, mitos bahwa suatu hari lebih akan cukup. Jika kita mempercayai mitos ini, kita menghabiskan hidup kita untuk mencari hal berikutnya. Mungkin itu mobil, atau promosi jabatan, atau cinta dari wanita cantik atau pria tampan.
Kita terus berharap bahwa hal berikutnya akan menjadi—sumber kepuasan sejati bagi jiwa kita. Selama beberapa menit, atau mungkin beberapa hari, kita mengalami kepuasan jiwa sejati. Kemudian itu memudar. Selalu memudar.
Pahamilah ini: hanya Yesus yang dapat memuaskan; segala sesuatu lainnya mengecewakan. Tuhan mengatakan,
‘Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.’ (Yeremia 2:13)
Jika Anda lelah menjalani hidup yang hampa, datanglah kepada Yesus. Dia tidak akan mengecewakan Anda.
