Anda berkata, ‘Saya tidak punya iman untuk disembuhkan.’ Maka carilah rekan doa yang beriman. ‘Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang… lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”… “–berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”’ (Markus 2:3–5, 10–12)
Perhatikan dua frasa penting dalam kisah ini. Pertama, ‘ketika mereka coba menerobos’. Kedua, ‘Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia berkata kepada orang lumpuh itu’. Jadi jika Anda tidak memiliki iman untuk disembuhkan, carilah mereka yang dapat membawa Anda ke hadirat Yesus dalam doa, percaya kepada Tuhan untuk Anda, dan yang dapat ‘berdoa terus’ sampai Tuhan menjawab. Orang lumpuh ini membutuhkan empat teman yang beriman—Anda hanya membutuhkan dua. Yesus mengatakan, ‘Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.’ (Matius 18:19)
Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan penting. Seberapa sering Anda berdoa? Setiap hari? Setiap minggu? Setiap bulan? Hanya ketika Anda memiliki masalah yang tidak dapat Anda selesaikan? Apakah semua doa Anda hanya untuk diri sendiri, atau apakah Anda berdoa untuk orang lain? Untuk memiliki rekan doa ketika Anda membutuhkannya, Anda harus menjadi salah satunya.
