Garut (PRSSNIJabar) – Keberadaan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kabupaten Garut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada energi nasional. Selain menjadi pemasok listrik untuk kebutuhan nasional, perusahaan-perusahaan panas bumi di Garut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sekitar melalui berbagai program pemberdayaan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, usai melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Indonesia Power Kamojang di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, serta PT Star Energy Geothermal Darajat di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Syakur mengaku bangga atas kontribusi besar perusahaan panas bumi yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan listrik nasional, khususnya untuk wilayah Jawa dan Bali.
“Keberadaan perusahaan panas bumi ini sangat penting, bukan hanya sebagai pemasok energi nasional, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah,” kata Syakur kepada reporter Jabar Now.
Ia berharap operasional perusahaan dapat terus berjalan optimal dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, dampak keberadaan PLTP tidak hanya sebatas penyediaan listrik, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga di wilayah Pasirwangi, Kamojang, Samarang, hingga Kabupaten Garut secara umum.
“Perusahaan harus hadir bersama masyarakat. Pemberdayaan warga sekitar perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” katanya.
Kunjungan Bupati Garut tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran manajemen kedua perusahaan. Mereka menilai perhatian pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan penting bagi keberlangsungan industri energi panas bumi di Garut.
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) sekaligus Head of Department (HOD) Star Energy Geothermal Darajat, Arief Budiman, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Garut selama ini.
“Kami berkomitmen menjaga komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar,” ungkap Arief.
Dikerahui saat ini, Kabupaten Garut tercatat memiliki tiga kawasan produksi panas bumi utama, yakni PLTP PT Indonesia Power Kamojang yang berada di kawasan Ibun dan Kamojang, Star Energy Geothermal Darajat di Kecamatan Pasirwangi, serta Karaha Bodas yang mulai berproduksi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketiga perusahaan tersebut menjadi bagian penting dalam rantai pasokan energi listrik nasional. Potensi panas bumi yang dimiliki Garut pun dinilai semakin mengukuhkan daerah itu sebagai salah satu pusat energi terbarukan terbesar di Indonesia. (SLT)