Untuk mendapatkan kedamaian, Anda harus fokus pada kehadiran Tuhan. Pilihan Anda untuk menjadi fokus akan memicu ketakutan atau keyakinan Anda. Alkitab mengatakan, ‘Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.’ (Yes 26:3) Ayat tersebut dapat diutarakan ulang menjadi: ‘Pertimbangkan fokusmu— pandanglah Aku.’ Pemazmur mengatakan, ‘Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.’ (Maz 46:2) Kemudian dalam mazmur itu, Dia berkata, ’Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!’ (Maz 46:11)
Yesaya menulis pada zaman Hizkia. Angkatan bersenjata musuh telah mengepung Yerusalem dan bangsa Israel menjadi tegang, jadi mereka memanjatkan doa ini! Tepat sebelum serangan itu, Tuhan memberikan pukulan telak kepada bangsa Asyur dan 185.000 dari mereka binasa orang bersukacita.
Mazmur ini membantu kita mengingat bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan kita. Tidak peduli betapa besarnya rintangan yang ada, Dia selalu bersama Anda untuk membantu. Mazmur ini memberi tahu kita dua hal tentang menerima pertolongan Tuhan di saat-saat sulit. Hal pertama yang harus dilakukan adalah ‘berdiam diri’. Banyak masalah yang kita hadapi berasal dari ketidakmampuan kita untuk duduk diam. Hal kedua adalah melakukan ‘ketahuilah, bahwa Akulah Allah!’
Tahukah Anda bahwa di tengah badai atau angin topan terdapat pusat tenang yang disebut sebagai ‘mata’? Demikian pula, meskipun segala sesuatu di sekitar Anda bergejolak, Anda dapat memiliki pusat yang tenang. Jadi berdiam dan ketahuilah. Ketika Anda hidup seperti ini, ‘Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.’ (Filipi 4:7) Itulah satu-satunya cara hidup yang bijaksana!
