Untuk mencegah kejenuhan, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.
Pertama, bergabunglah dengan kelompok pendukung. Tanyakan pada diri Anda, siapa yang berperan sebagai Paulus bagi Timotius dalam kehidupan Anda? Siapa yang mengajarkan Anda berdoa seperti Yesus mengajar Yohanes Pembaptis mengajarkan murid-muridnya? Dengan siapa Anda dapat berbagi pergumulan dan beban hidup? Alkitab mengatakan, “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17). Rekan seiman dapat memahami kebutuhan fisik, emosional, dan rohani Anda, serta memberikan saran dan praktik rohani yang dapat menyegarkan kehidupan Anda.
Kedua, belajarlah menggunakan kata “tidak” tanpa merasa harus selalu meminta maaf. Ketahui batas kemampuan dan keterbatasan Anda. Hadapi ketakutan dengan bijaksana dan jangan membiarkan diri terjebak dalam perasaan tidak berdaya. Luangkan waktu untuk mengembangkan strategi penanganan yang bermanfaat. Jangan membayangkan bahwa setiap kejadian biasa adalah sebuah malapetaka. Pikiran seperti, “Mereka ingin mencelakai saya” sering kali menjadi tanda kelelahan. Jangan terpaku pada satu sudut pandang hanya karena Anda terbiasa melihat segala sesuatu dari sisi tersebut. Seperti pakaian yang sudah ketinggalan zaman, pola pikir tertentu bisa menjadi tidak sesuai lagi dan tidak masuk akal jika terus dipertahankan.
Ketiga, sadari bahwa tidak salah untuk bersenang-senang. Tertawa dapat meningkatkan endorfin, yaitu hormon yang membuat kita merasa bahagia, sekaligus membantu mengurangi hormon stres. Itu sebabnya sukacita memiliki manfaat yang nyata bagi kesehatan fisik dan emosional kita. Yesus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:11). Ia juga mengajarkan, “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3). Anak-anak tidak hidup dengan beban masa lalu atau kekhawatiran akan masa depan. Mereka hidup pada hari ini dan menikmati setiap momen yang diberikan kepada mereka.
Mungkin Anda bisa bertemu Yesus lebih awal dalam perjalanan hidup yang penuh tekanan. Namun jika Anda diberi lebih banyak waktu, kesempatan untuk mengalami pertumbuhan, pemulihan, dan kemenangan bersama-Nya akan semakin besar. Karena itu, jangan biarkan kejenuhan menguasai hidup Anda. Dekatlah kepada Tuhan, bangun hubungan yang sehat dengan sesama, dan peliharalah sukacita yang berasal dari-Nya.













Leave a Reply