Bila kita terus-menerus mendengarkan orang yang menceritakan semua masalah dan sisi negatif kehidupan mereka, kita dapat tergoda untuk meredakan perasaan depresi dengan cara yang tidak sehat. Agar tetap efektif menjalani kehidupan, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan.
Pertama, kembangkan disiplin baru. Luangkan waktu untuk menenangkan diri dengan menutup pintu, mematikan telepon, dan beristirahat sejenak. Jangan terkejut ketika masalah datang, karena Yesus sendiri telah mengatakan bahwa dalam hidup ini kita akan menghadapi berbagai kesulitan (Yohanes 16:33).
Kedua, luangkan waktu istirahat secara teratur. Pada hari libur, lakukan sesuatu yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah menghendaki kita bekerja tanpa henti. Charles Spurgeon pernah berkata bahwa istirahat sama pentingnya bagi pikiran seperti tidur bagi tubuh. Jika kita tidak beristirahat, kita akan mengalami kelelahan. Yesus juga mengajak para murid-Nya untuk pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat seketika (Markus 6:31).
Ketiga, berolahraga dan tidur yang cukup. Berjalan kaki, berenang, atau melakukan latihan pernapasan dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Psikolog Dr. Arch Hart menjelaskan bahwa peningkatan adrenalin memang dapat mengurangi kebutuhan tidur untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya tubuh tetap akan merasakan dampaknya. Karena itu, kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar delapan hingga sembilan jam tidur setiap malam.
Keempat, belajarlah untuk rileks. Respons relaksasi merupakan kebalikan dari respons melawan atau lari yang sering muncul saat seseorang mengalami tekanan. Alkitab mengatakan bahwa duta yang setia mendatangkan kesembuhan (Amsal 13:17). Bahkan, meluangkan sekitar dua puluh menit setiap hari untuk menenangkan diri dapat membantu mengurangi dampak stres yang merusak. Dengan beristirahat dan menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, kita dapat menghadapi kehidupan dengan lebih tenang dan penuh kekuatan.













Leave a Reply