Untuk mencapai takdirnya, Yusuf melalui pengkhianatan, godaan, fitnah, dan pemenjaraan yang tidak sah. Tapi dia keluar sebagai pemenang. Anda perlu mengenali apa yang Yusuf kenali:
- Tuhan mengetahui apa yang Anda alami, dan Dia peduli. Ada ungkapan kunci yang ditemukan dalam lima waktu berbeda dalam kisah Yusuf: ‘Tetapi TUHAN menyertai Yusuf.’ Bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik, Yusuf tidak pernah meragukan bahwa Tuhan menyertainya.
- Anda telah diberi kebebasan memilih. Tuhan memberi Anda kebebasan untuk memilih bagaimana Anda akan bereaksi terhadap keadaan Anda: iman atau keraguan, suka atau duka, sabar atau tidak sabar. Ketika Anda memilih untuk mengabaikan apa yang benar, Tuhan tidak akan memaksakan kehendak-Nya kepada Terkadang, kita mendatangkan masalah pada diri sendiri lalu menyalahkan Tuhan. Kita berkata, ‘Itu pasti kehendak Tuhan,’ seolah-olah Tuhan senang merencanakan kesalahan dan kesengsaraan kita! Kenyataannya adalah bahwa kehendak Tuhan tidak selalu terlaksana. Ya, Dia punya rencana untuk hidup kita, tapi Dia juga memberi kita kebebasan memilih. Dan karena Dia juga memberikan kebebasan memilih kepada orang lain, kesalahan dan keputusan mereka juga dapat merugikan kita.
- Tuhan mengendalikan hasil akhir. Dia dapat mengambil setiap keadaan negatif dalam hidup Anda hari ini dan mengubahnya demi kebaikan Anda. Pada akhirnya Yusuf bisa berkata kepada saudara-saudaranya, ‘Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.’ (Kejadian 50:20) Dan sementara Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan dari situasinya, Yusuf harus tetap percaya kepada-Nya, meskipun pada saat itu dia tidak mengerti apa yang sedang Anda harus melakukan itu juga.
