Yang disebut ‘rahasia’ untuk meraih kesuksesan sebenarnya bukanlah rahasia sama sekali! Itu hanyalah soal bangkit kembali ketika hidup kita gagal, dan membawa pelajaran berharga dari masa lalu ke dalam masa depan. Saat berbicara tentang pahlawan seperti Simson dan Daud, Alkitab mengatakan mereka ‘telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.’ (Ibrani 11:34) Orang-orang ini tidak selalu kuat, tetapi mereka menjadi kuat. Mereka tidak memenangkan setiap pertempuran, tetapi mereka terus memenangkan pertempuran yang penting.
Seorang warga Amerika berusia 33 tahun pada tahun 1928 bernama Paul Galvin mendapati dirinya menghadapi kegagalan lagi. Persaingan memaksanya untuk menutup usahanya dalam bisnis penyimpanan baterai. Namun, Galvin yakin bahwa ia masih memiliki sebuah ide yang luar biasa. Ia pun menghadiri lelang perusahaannya sendiri, dan dengan 750 dolar AS yang berhasil ia kumpulkan, ia membeli kembali sebagian inventaris perusahaan yang memproduksi battery eliminator. Dari sana, ia membangun perusahaan baru—perusahaan yang kemudian sukses besar, tempat ia akhirnya pensiun, dan kini dikenal di seluruh dunia: Motorola. Anda mungkin mengenalnya.
Inovator bisnis Roger von Oech berkata: “Ingatlah dua manfaat kegagalan. Pertama, jika Anda gagal, Anda belajar apa yang tidak berhasil; dan kedua, kegagalan memberi Anda kesempatan untuk mencoba pendekatan baru. Kebanyakan orang menganggap keberhasilan dan kegagalan sebagai hal yang berlawanan, tetapi keduanya merupakan produk dari proses yang sama.” Kegagalan adalah penundaan, bukan kekalahan. Kita semua membuat kesalahan, terutama mereka yang bertindak. Hanya ketika Anda tidak mau mengambil risiko kegagalan, Anda berhenti belajar, berhenti bertumbuh, dan berhenti berhasil.













Leave a Reply