RADIO SUARA GRATIA 95.9 FM

THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Mengatasi masalah dalam hubungan

Hubungan dibangun atas dasar kepercayaan timbal balik, dan kepercayaan bertumpu pada komunikasi yang benar. Namun, ada cara menyampaikan kebenaran yang membangun, dan ada pula yang justru melukai. Cara yang diajarkan Alkitab adalah: ‘tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh.’ (Efesus 4:15)

Misalkan sepasang suami istri bertengkar karena sang suami sering terlambat. Bagaimana sang istri dapat memastikan pesannya tersampaikan dengan baik? Ia dapat mengatakan:

(a) “Saya merasa frustrasi.” Kalimat ini tidak menyalahkan atau menyerang, melainkan hanya mengungkapkan perasaan dengan jujur.

(b) “Ketika kamu terlambat…” Kalimat ini tidak menghakimi, mencaci, atau memberi label, tetapi hanya menjelaskan tindakan yang dilihatnya.

(c) “Itu membuatku merasa seolah-olah waktuku tidak penting bagimu.” Kalimat ini tidak menggurui, melainkan menyampaikan dampak dari tindakan tersebut secara jujur.

(d) “Di masa mendatang, bisakah kamu berusaha datang tepat waktu atau meneleponku dan memberi tahu kapan kamu akan datang?” Daripada terus berfokus pada kesalahan masa lalu yang tidak dapat diubah, ia menjelaskan dengan jelas perilaku yang diharapkannya di masa depan.

(e) “Apakah kamu bersedia melakukan itu untukku?” Kalimat ini tidak bernada menuntut ataupun menganggap pasangan pasti akan melakukannya, melainkan mengundang pertimbangan dan kerja sama. Ketika sang suami menyetujuinya, secara tidak langsung mereka telah membangun sebuah “kesepakatan”. Sang istri kemudian mengucapkan terima kasih dengan tulus dan menghargai setiap usaha yang dilakukan suaminya untuk menepati janji tersebut.

Sebenarnya, pada saat itu mereka sedang menyelaraskan kembali hubungan mereka. Mereka menjadi sekutu, bukan lawan. Fokus mereka pun berubah menjadi usaha bersama untuk memperbaiki hubungan, bukan sekadar upaya mengubah pasangan. Seperti yang dikatakan Alkitab, kita dapat ‘berjalan bersama’ ketika kita telah ‘setuju untuk melakukannya’.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *