‘Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya… dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata… “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada- Ku… Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.’” (Markus 14:3–6, 8–9) Perhatikan dua hal yang Yesus katakan tentang wanita ini.
- ‘ Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.’ (Markus 14:8) Ini adalah teguran terhadap kesombongan dalam diri kita, yang berpikir jika kita tidak dapat melakukan sesuatu yang hebat yang akan diperhatikan dan dirayakan oleh orang lain, kita tidak bisa melakukan apa pun.
- ‘Apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.’ (Markus 14:9) 2000 tahun kemudian, kita masih membicarakan tentang warisannya. Apa itu? Kebaikan! Bill Borden meninggalkan kekayaan keluarganya dan menjadi misionaris bagi para mahasiswa, anak yatim, dan pecandu alkohol di jalanan. Sebelum meninggal, ia menulis, ‘Tidak ada cadangan, tidak ada retret, tidak ada ‘ Tidak ada cadangan: Jangan menahan apa pun. Tidak ada retret: Jangan pernah kembali. Tidak ada penyesalan: Layani Tuhan—dan orang lain—dan upah Anda di Surga terjamin (2 Timotius 4:6–8).













Leave a Reply