RADIO SUARA GRATIA 95.9 FM

THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Belas kasih dimulai dengan kata ‘perhatikan’

Yusuf sedang menjalani hukuman penjara karena kejahatan yang tidak ia lakukan. Itulah sebabnya sangat luar biasa ketika ia masih memiliki waktu dan energi untuk peduli kepada orang lain. ‘Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu. Ia menahan mereka dalam rumah kepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf dikurung. …Lalu Yusuf bertanya: “Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?” Jawab mereka kepadanya: “Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya.” Lalu kata Yusuf kepada mereka: “Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku.”’ (Kejadian 40:1, 3, 6–8) Yusuf menafsirkan mimpi mereka, dan sebagai hasilnya, juru minuman itu mendapatkan kembali pekerjaannya di istana Firaun.

Ketika Firaun mengalami mimpi yang tidak dapat ditafsirkan oleh siapa pun, juru minuman itu memperkenalkan Yusuf kepada Firaun. Yusuf kemudian menafsirkan mimpi tersebut. Hasilnya, Yusuf diangkat menjadi perdana menteri Mesir dan ditempatkan pada posisi yang memungkinkannya menyelamatkan keluarganya dari kepunahan. Namun, kisah ini tidak berhenti di situ. Dari keluarga yang diselamatkan Yusuf lahirlah Sang Penebus dunia yang membawa keselamatan bagi Anda. Rangkaian peristiwa yang luar biasa ini dimulai dengan dua kata sederhana: “Yusuf memperhatikan.”

Ingatkah Anda tentang orang yang terluka di jalan menuju Yerikho? ‘Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, … dan merawatnya.’ (Lukas 10:34) Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan berkata: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian.’ (Lukas 10:37) Jadi, hari ini mintalah kepada Tuhan agar Anda memiliki hati yang peka untuk memperhatikan orang-orang di sekitar Anda, dan mohonlah anugerah-Nya agar Anda dapat merespons setiap kebutuhan dengan kasih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *