THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Bersedialah untuk berubah

Perubahan yang sejati harus terjadi di dalam diri kita sebelum dapat membawa perubahan di sekitar kita.

Dalam salah satu komik klasik Peanuts, Lucy berkata kepada Charlie Brown bahwa ia ingin mengubah dunia. Charlie pun bertanya, “Dari mana kamu akan mulai?” Dengan gaya khasnya, Lucy menjawab, “Aku akan mulai dari kamu!”

Kisah sederhana ini menggambarkan kecenderungan kita sebagai manusia. Ketika menghadapi masalah, kita lebih mudah melihat apa yang perlu diubah dalam diri orang lain daripada dalam diri sendiri.

Misalnya, ketika mengalami masalah dalam pernikahan, kita sering berdoa, “Tuhan, tolong ubah pasangan saya.” Padahal, perubahan yang sesungguhnya sering kali dimulai ketika kita berani berdoa, “Tuhan, ubahkanlah aku.” Suasana dan dinamika dalam sebuah keluarga biasanya mulai berubah ketika salah satu pihak lebih dahulu mengubah sikap, perkataan, dan responsnya.

Firman Tuhan mengajarkan:

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”
1 Petrus 3:8–9

Sering kali kita berharap semua orang berubah, sementara kita sendiri enggan melakukannya. Namun, jika kita ingin melihat perubahan dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, atau lingkungan sekitar, perubahan itu harus dimulai dari hati kita sendiri.

Pemazmur memberikan teladan doa yang indah:

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
Mazmur 139:23–24

Ketika kita membuka hati untuk dibentuk oleh Tuhan, karakter kita akan semakin serupa dengan Kristus. Sikap kita berubah, cara kita berbicara menjadi lebih membangun, dan respons kita menjadi lebih penuh kasih. Perubahan dalam diri kita akan memengaruhi cara orang lain memandang dan memperlakukan kita.

Karena itu, jadikanlah doa ini sebagai doa Anda hari ini:

“Tuhan, biarlah perubahan yang kuinginkan dimulai dari diriku sendiri. Bentuklah hatiku, ubahkan sikapku, dan pakailah hidupku menjadi berkat bagi orang lain.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *