THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Bersedialah untuk berubah

Jika Anda ingin bertumbuh, Anda harus rela membayar harga untuk berubah.

Penulis skenario Sidney Howard pernah berkata:

“Separuh dari mengetahui apa yang Anda inginkan adalah mengetahui apa yang harus Anda lepaskan sebelum mendapatkannya.”

Setiap perubahan selalu memiliki harga. Jika bukan dalam bentuk uang, maka dalam bentuk waktu, tenaga, kreativitas, atau kenyamanan. Bahkan, jika sebuah perubahan tidak menuntut apa pun dari Anda, kemungkinan besar itu bukanlah perubahan yang sungguh-sungguh.

Karena itu, ketika Anda mempertimbangkan perubahan yang perlu dilakukan demi pertumbuhan dan kemajuan, hitunglah biayanya. Namun, jangan hanya menghitung harga dari perubahan itu. Hitung juga harga jika Anda memilih tetap berada di tempat yang sama. Sering kali, biaya karena tidak berubah jauh lebih besar daripada biaya untuk berubah.

Perubahan memang membawa pertumbuhan, tetapi juga dapat disertai rasa kehilangan. Ada saat-saat ketika kita harus melepaskan kebiasaan lama, zona nyaman, atau ambisi pribadi agar dapat menerima sesuatu yang lebih baik dari Tuhan. Itulah sebabnya setiap perubahan membutuhkan kesiapan hati dan komitmen untuk terus melangkah.

Rasul Paulus memberikan teladan yang luar biasa. Ia rela melepaskan segala sesuatu yang dahulu dianggap berharga demi memperoleh Kristus. Ia menulis:

“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada di dalam Dia, bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena iman kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan iman. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.”
Filipi 3:8–12

Paulus memahami bahwa pertumbuhan rohani tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan keputusan untuk terus meninggalkan kehidupan lama dan mengejar kehidupan yang Tuhan kehendaki. Ia tidak berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih, tetapi terus berlari menuju tujuan yang telah Tuhan tetapkan.

Demikian juga dengan kita. Jika ingin mengalami perubahan yang membawa kemajuan, kita harus bersedia membayar harganya. Lepaskan apa yang menghambat pertumbuhan, hiduplah dalam ketaatan kepada Tuhan, dan teruslah mengejar panggilan-Nya. Apa pun yang kita lepaskan dem

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *