“Sebab… mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.”
— Ibrani 10:2
Untuk menyembah Tuhan dalam arti yang sepenuhnya, dibutuhkan dua hal:
1. Memahami Kasih Tuh
“Sebab… mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.”
— Ibrani 10:2
Untuk menyembah Tuhan dalam arti yang sepenuhnya, dibutuhkan dua hal:
1. Memahami Kasih Tuhan
Pemahaman bahwa kasih Tuhan terhadap Anda tidak bergantung pada kasih Anda terhadap-Nya. Saat Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat, Tuhan menerima Anda dan mengerjakan Anda dengan kebenaran Kristus. Oleh karena itu, Anda selalu layak untuk mendekati-Nya.
2. Menerima Kasih Tuhan dengan Hati
Pemahaman bahwa kasih Tuhan bukan sekadar persoalan pikiran, tetapi harus diterima dengan hati dan ditanggapi melalui emosi Anda. Dalam tindakan penyembahan, Anda memberikan diri tanpa syarat dan menyerahkan diri kepada-Nya.
“Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.”
— Ibrani 10:2
Bila Anda percaya bahwa darah Yesus telah membersihkan Anda dari segala dosa—masa lalu, sekarang, dan masa depan—Anda menjadi penyembah yang berpegang pada kasih-Nya.
Kebiasaan-kebiasaan yang keras kepala dipatahkan saat Anda mengalihkan pandangan dari diri sendiri dan fokus kepada Kristus.
Rasul Paulus menulis:
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
— Efesus 5:18–19
Ingatlah kata “bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Daud menulis:
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”
— Mazmur 34:9
Perhatikan kata “kecaplah.” Anda bukan hanya memahami, tetapi juga menikmati setiap rasa. Kebenaran kasih Tuhan tidak boleh hanya tersimpan dalam pikiran, melainkan harus dialami dalam hati.
Ketika itu terjadi, Anda benar-benar menyembah Tuhan.
