Kita berkata kita percaya kepada Tuhan, tetapi kita sering takut jika Dia tidak akan menolong kita ketika kita sangat membutuhkan-Nya. Jadi, kita berasumsi secara keliru bahwa, jika kita terus memikirkan masalah dan cukup mengkhawatirkannya, entah bagaimana kita dapat mengatasinya sendiri—untuk berjaga-jaga seandainya Tuhan tidak muncul dan melakukan sesuatu sesuai jadwal kita. Hal ini membawa kita lebih dekat kepada masalah kita, tetapi tidak kepada Dia yang dapat menyelesaikannya. Namun, ketika kita memilih untuk percaya bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup kita dan akan menangani situasi apa pun yang kita hadapi, kita akan semakin dekat kepada-Nya dan masalah kita tidak lagi tampak begitu mengkhawatirkan.
Begini cara kerjanya: semakin dekat Anda dengan masalah, semakin kecil Tuhan tampak, dan semakin dekat Anda dengan Tuhan, semakin kecil pula masalah Anda. Alkitab berkata, ‘Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.’ (Amsal 3:5) Percaya kepada Tuhan akan menghindarkan Anda dari berpikir dan mencoba mencari tahu hal-hal yang belum Anda ketahui jawabannya. Daripada mendengarkan suara hati yang berkata, “Apa yang akan Engkau lakukan?”, mendekatlah kepada Tuhan dan katakan, “Saya akan percaya kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada saya apa yang harus saya lakukan.”
Daud mengatakan, ‘Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah. ’ (Mazmur 73:26, 28) Di manakah Tuhan saat Anda sangat membutuhkan-Nya? Tepat di samping Anda!
