THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Memiliki perspektif alkitabiah

Ada sebuah cerita lucu tentang seorang wanita muda yang meninggalkan rumah untuk melanjutkan studi di universitas. Setelah menyelesaikan semester pertamanya, ia mengirim email kepada ibunya:

“Bu, kurasa sudah saatnya aku memberi tahu apa yang terjadi dalam hidupku. Tidak lama setelah tiba di kampus, aku bosan tinggal di asrama dan mencuri lima puluh dolar dari dompet teman sekamarku. Dengan uang itu, aku menyewa sepeda motor, tetapi beberapa blok dari asrama aku menabrakkannya ke tiang telepon. Kakiku patah akibat kecelakaan itu sehingga aku tidak bisa mengikuti kuliah. Karena itu, aku akan pulang dan tinggal bersama Ibu dan Ayah.”

Tak lama kemudian, ia mengirim email kedua:

“Bu, aku hanya bercanda. Aku tidak mencuri uang, tidak menyewa sepeda motor, tidak menabrak tiang telepon, dan kakiku juga tidak patah. Aku juga tidak akan pulang untuk tinggal bersama Ibu dan Ayah. Namun… aku mendapat nilai D untuk Matematika dan F untuk Sastra. Aku hanya ingin Ibu melihatnya dengan perspektif yang tepat!”

Cerita ini mengingatkan kita bahwa perspektif sangat menentukan cara kita memandang suatu keadaan. Demikian juga dalam kehidupan rohani. Memiliki perspektif yang dibangun di atas Firman Tuhan akan menolong kita bangkit dari keputusasaan dan kekecewaan.

Rasul Paulus menulis:

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”
Roma 15:4

Untuk setiap persoalan yang kita hadapi, Firman Tuhan menyediakan prinsip yang perlu diterapkan atau janji yang dapat kita pegang. Saat dunia membuat kita kehilangan harapan, Firman Tuhan mengingatkan bahwa Allah tetap bekerja dan memiliki jalan keluar bagi setiap situasi.

Karena itu, ketika keputusasaan mulai menguasai hati, jangan biarkan keadaan menentukan cara pandang Anda. Datanglah kepada Firman Tuhan. Bacalah, renungkanlah, dan izinkan Firman itu memenuhi hati serta pikiran Anda. Dengan demikian, Anda akan menemukan pengharapan baru, kekuatan untuk bertahan, dan hikmat untuk melangkah sesuai dengan kehendak-Nya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *