Alasan kedua: kenaifan. Sebuah pepatah Tiongkok kuno mengatakan, ‘Di balik setiap orang yang cakap, selalu ada orang lain yang cakap.’ Bahkan jika Anda dapat mengerjakannya sendiri, bukankah bijaksana untuk berhenti dan bertanya, ‘Siapa yang saya kenal yang dapat membantu saya melakukannya dengan lebih baik?’ Pertanyaan itu menjadi pembeda antara biasa-biasa saja dan luar biasa. Seorang konsultan bisnis yang bijak menaruh tanda di mejanya yang bertuliskan, ‘Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan meminta bantuan.’ Kita semua membutuhkan tanda itu! Ketika Anda sudah meraih beberapa kemenangan, risiko merasa bisa melakukan segalanya sendiri jadi semakin besar. Namun, ketika impian Anda berasal dari Tuhan, impian itu akan selalu lebih besar daripada kapasitas dan bakat individu Anda, yang berarti Anda harus melibatkan orang lain.
Dua orang, Yonatan dan pembawa senjatanya, menghabisi seluruh pasukanFilistin. Bagaimana caranya? ‘Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: “Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat.” (1 Samuel 14:6–7) Yonatan, sang pemimpin, membutuhkan dorongan dan dukungan dari pembawa senjatanya. Dan pembawa senjatanya membutuhkan keberanian dan kepemimpinan Yonatan. Bersama-sama mereka mencapai hal-hal yang luar biasa bagi Tuhan. Sebenarnya, kerja sama tim merupakan inti dari semua kemenangan yang mengesankan. Pertanyaannya bukanlah apakah tim memiliki nilai; tetapi apakah Anda cukup rendah hati untuk mengakui fakta itu dan menjadi pemain tim yang lebih baik.













Leave a Reply