THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Mengapa kita tidak bisa bekerja sama

Alasan pertama: rasa tidak aman. Filsuf Machiavelli berkata, ‘Metode pertama untuk memperkirakan kecerdasan seorang pemimpin adalah dengan melihat orang- orang yang ada di sekitarnya.’ Pemimpin yang tidak aman merasa terancam oleh orang-orang yang berbakat, jadi mereka lebih memilih dikelilingi oleh orang-orang yang lemah. Akibatnya, pekerjaan menjadi terbengkalai, dan semua orang yang terlibat juga menderita.

Pemimpin yang tidak aman biasanya gagal karena dua alasan: mereka ingin mempertahankan kendali atas segalanya, atau mereka takut digantikan oleh seseorang yang lebih kompeten. Apa pun itu, pemimpin yang tidak mendorong kerja tim justru melemahkan potensi mereka sendiri dan membuat orang-orang di sekitarnya kehilangan semangat.

Woodrow Wilson berkata, ‘Kita seharusnya tidak hanya menggunakan semua otak yang kita miliki, tetapi juga semua yang dapat kita pinjam.’ Rasul Yohanes memberi tahu kita bahwa Diotrefes, seorang pemimpin gereja, ‘suka menjadi yang utama.’ Apa masalah orang ini? Dia ingin memadamkan terang orang lain agar terangnya sendiri dapat bersinar. Sehingga, Yohanes menulis: ‘Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat. Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.’ (3 Yoh 1:10–11) Biarkan persetujuan Tuhan—yang sudah Anda miliki—membuat Anda aman!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *