Jika Anda berada dalam posisi kepemimpinan, usahakan untuk selalu peka terhadap cara Anda merespons perasaan, pemikiran, dan pendapat orang-orang di sekitar Anda. Apa yang Anda katakan sebagai seorang pemimpin akan lebih berkesan bagi orang lain daripada apa yang dikatakan orang lain, jadi Anda harus peka terhadap hal ini.
Bahkan ketika seseorang menawarkan ide yang menurut Anda tidak ada gunanya, tahanlah godaan untuk langsung menolaknya. Ucapan sederhana seperti, “Terima kasih atas masukan Anda,” jauh lebih dibutuhkan daripada mengatakan, “Tidak, itu tidak akan berhasil.”
Ketika Anda mengabaikan seseorang, pesan yang Anda kirimkan adalah:
“Saya mengabaikan Anda dan ide Anda. Perasaan dan pandangan Anda tidak penting. Kepedulian Anda tidak penting bagi saya.”
Terucap ataupun tidak, sikap seperti ini dapat melukai harga diri seseorang serta kebutuhan mereka untuk dihormati. Hal ini terutama berlaku jika orang tersebut merasa telah memberikan kontribusi dan pantas mendapatkan penghargaan secara khusus.
Pepatah lama mengatakan:
“Orang tidak peduli seberapa banyak yang Anda ketahui sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli.”
Bila Anda meremehkan orang lain, mereka akan menemukan cara untuk menunjukkan kekesalan mereka, bahkan terkadang dengan cara yang dapat merugikan Anda dalam mewujudkan visi yang sedang dibangun.
Anda dapat menghindari hal tersebut dengan menjadi lebih peka terhadap bagaimana diri Anda dipandang oleh orang lain. Satu-satunya solusi adalah melangkah keluar dari diri sendiri, mendengarkan orang lain dengan saksama, serta berusaha memahami dan menangani setiap persoalan mereka dengan penuh rasa hormat.
Anda akan memperoleh manfaat yang besar jika melakukannya.
Firman Tuhan berkata:
“Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Filipi 2:4













Leave a Reply