THE SOUND OF LIFE

Advertisement

Bukanlah Iman jika tidak dinyatakan dalam tindakan

Mungkinkah persepsi negatif orang terhadap gereja berasal dari “energi negatif” yang kita pancarkan? Dan mungkinkah “energi negatif” itu muncul karena cara pandang kita yang keliru terhadap kebenaran?

Sering kali kita memandang kebenaran hanya sebatas tidak melakukan kesalahan: “Jangan lakukan ini. Jangan lakukan itu. Jika berhasil menghindarinya, berarti kamu sudah baik.” Namun, pendekatan seperti ini memiliki kelemahan. Seseorang mungkin saja tidak melakukan hal yang salah, tetapi tetap tidak melakukan hal yang benar—yaitu hal yang Tuhan panggil untuk dikerjakan.

Kebenaran berarti lebih dari sekadar menghindari dosa. Apakah impian terbesar Tuhan bagi kita hanyalah agar kita tidak berbuat salah? Sebagai orang tua, tentu kita bersyukur ketika anak-anak kita memilih untuk tidak melakukan kesalahan. Namun, sukacita yang lebih besar muncul ketika kita melihat mereka mengembangkan karunia, bertumbuh, dan memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan. Demikian pula hati Tuhan terhadap setiap kita.

Alkitab mengajarkan dua jenis dosa. Pertama, dosa karena perbuatan, yaitu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Kedua, dosa karena kelalaian, yaitu tidak melakukan hal-hal yang seharusnya kita lakukan untuk memuliakan Tuhan dan memajukan Kerajaan-Nya.

Mark Batterson menulis:

“Dalam ekonomi Tuhan, sekadar impas adalah kerugian total. Bukankah itu pelajaran dari perumpamaan tentang talenta? Hamba dengan satu talenta mengembalikannya utuh, tetapi Yesus menyebutnya sebagai ‘hamba yang jahat dan malas’ (Matius 25:26). Risiko terbesar adalah tidak mengambil risiko. Kebenaran adalah menggunakan semua karunia yang diberikan Tuhan kepada kita untuk mencapai potensi penuh yang telah Dia sediakan. Kasih tidak bermain aman; kasih mengambil risiko. Kasih tidak mencari-cari alasan; kasih mengambil tanggung jawab. Kasih tidak terpaku pada masalah; kasih melihat kesempatan untuk melangkah maju dan bertindak.”

Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk hidup tanpa kesalahan. Ia memanggil kita untuk hidup dalam ketaatan, menggunakan setiap karunia yang telah dipercayakan-Nya, melayani dengan kasih, dan menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. Hidup yang berkenan kepada Tuhan bukan sekadar menghindari dosa, tetapi juga dengan setia melakukan kehendak-Nya setiap hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *