Ungkapan yang digunakan di Alkitab untuk menggambarkan pemeliharaan Tuhan bagi kita: ‘berkelimpahan. Ia meyakinkan kita bahwa tidak akan pernah ada kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi melalui sumber daya-Nya yang berlimpah. Kecenderungan kita adalah melihat kebutuhan kita dengan sikap ‘berkekurangan’.
Bahwa Tuhan tidak mau memenuhinya. Tidak, Tuhan ingin kita memiliki sikap ‘berkelimpahan’. Sikap ‘kekurangan’ menunjuk pada hal-hal yang terlihat; ia membiarkan keadaan dan kekurangan mengatur hidup kita. Sikap ‘berkelimpahan’ menunjuk pada hal-hal yang tidak terlihat; ia mengundang kita untuk hidup dalam kepastian akan kelimpahan Tuhan.
Ada sebuah ilustrasi yang mengilhami tentang prinsip ini dalam 2 Tawarikh 32. Pasukan Raja Asyur, Sennacherib, mengancam Israel dengan pemusnahan. Ia memberi tahu mereka untuk melihat apa yang telah ia lakukan terhadap orang-orang di negeri lain, ‘lebih-lebih lagi Allahmu itu takkan dapat melepaskan kamu dari tanganku!’ (2 Tawarikh 32:15)
Namun sebaliknya, Raja Hizkia memusatkan perhatiannya pada sumber daya Tuhan Israel ‘Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.”…’ (2 Tawarikh 32:7–8)
Bangsa Asyur memiliki pasukan yang jauh lebih unggul, tetapi ayat 8 mengatakan bahwa umat Tuhan ‘beristirahat’ dan percaya bahwa tangan Tuhan jauh lebih efektif daripada yang lain! Inilah saatnya Anda berkeyakinan ‘jauh lebih’ dalam hidup Anda karena Tuhan kita ‘dapat melakukan jauh lebih besar dari pada yang kita doakan atau pikirkan.’ (Efesus 3:20)
